Peringati HPSN, Ini Aksi Pelaku Pariwisata di Aceh Besar

asppiacehBanda Aceh –  Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), puluhan pelaku pariwisata yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Pariwisata (ASPPI) Aceh, menggelar aksi bhakti sosial, Minggu (21/2/2016).  Para pelaku pariwisata ini bersama masyarakat membersihkan sejumlah objek wisata di kawasan Aceh Besar.

“Kegiatan memperingati HPSN kali ini, kita pusatkan di objek wisata tsunami kubah masjid di Gampong Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar,” ungkap Nurhadi, Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) ASPPI Aceh Nurhadi di Banda Aceh

Disana para pelaku wisata berbaur dengan masyarakat setempat, untuk  membersihkan objek wisata tsunami tersebut.  Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat.  Selain itu ASPPI Aceh juga melakukan pertemuan dan diskusi dengan warga sekitar terkait pengembangan objek wisata, sebagai sumber pendapatan ekonomi keluarga.

“Dari diskusi tersebut diketahui objek wisata itu sudah menjadi sumber ekonomi masyarakat. Selain menjual sovenir, masyarakat juga menjual jasa ojek bagi wisatawan,” kata Nurhadi.

Jasa ojek tersebut lahir karena untuk menuju ke objek kubah masjid tersebut tidak bisa dilalui bus. Biasanya, rombongan wisata yang sering berkunjung ke tempat itu menggunakan bus.

“Jasa ojek ini dilakoni kaum ibu setempat. Yang menariknya, mereka tidak mematok tarif, tetapi diberikan seikhlasnya. Jadi, kami melihat sektor wisata objek kubah masjid ini telah memberi dampak positif bagi masyarakat setempat,” kata Nurhadi.

Nurhadi menegaskan, ASPPI Aceh sebagai perkumpulan pelaku pariwisata berkomitmen memasarkan objek wisata kubah masjid tersebut. Apalagi objek wisata ini memiliki daya tarik tersendiri.

“Banyak masukan yang disampaikan kepada kami dan ini akan menjadi bahan kajian kami dalam mengembangkan pariwisata di Tanah Rencong ini,” kata Nurhadi.

Kepada masyarakat setempat, Nurhadi menekankan bahwa pariwisata merupakan industri yang tidak bisa berdiri sendiri. Pariwisata saling terkait dengan berbagai sektor lainnya.

“Karena itu, semua sektor pendukung pariwisata harus bersinergi dan saling mendukung. Kami yakin pariwisata Aceh maju, menyaingi pariwisata provinsi lainnya di Indonesia,” kata Nurhadi.

Dalam kegiatan itu, Ketua Dewan Pengawas ASPPI Aceh Umar Machtub mengajak masyarakat yang mengelola objek wisata kubah masjid menerapkan sapta pesona.

“Sapta pesona itu meliputi adanya rasa aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah-tamah, dan kenangan. Dengan adanya saptapesona ini ditambah dengan kekhasan budaya lokal, wisatawan akan merasa terkesan berkunjung ke kubah masjid ini,” ungkap Umar Machtub.

Umar Machtub mengatakan dalam pertemuan tersebut, masyarakat setempat mengharap pemerintah daerah mengembangkan dua objek wisata di sekitar kubah masjid tsunami.  Yakni meriam perang zaman kolonial dan makam Tengku Cik Maharaja Gurah, yang juga guru spiritual Sultan Iskandar Muda, raja Aceh yang terkenal sepanjang zaman itu, kata dia.

“Masyarakat berharap pemerintah membangun akses jalan ke lokasi meriam perang. Karena lokasi berada di atas Bukit Gle Sampe yang jaraknya 20  menit berjalan kaki dari objek kubah tsunami,” kata Umar Machtub.

Ikut serta dalam aksi sosial itu di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi dan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Aceh Besar M Ali, Keuchik Gurah Zakaria tokoh masyarakat setempat.  (rel)