Dongkrak Wisatawan, ASPPI Gagas Travel Mart

No comment 203 views

gua-sunyaragiCIREBON – Asosiasi Pelaku Pariwisata Indoensia (ASPPI) Cirebon berencana membuat Cirebon Travel Mart. Nantinya travel itu akan mempromosikan potensi wisata Cirebon kepada Travel Agent luar baik domestik maupun ASEAN.
gua sunyaragi kota cirebon
Gua Sunyaragi salah satu desnitasi objek wisata Cirebon. Doc. Rakyat Cirebon

Ketua DPC Asosiasi Pelaku Pariwisata Indoensia (ASPPI) Cirebon, Taufiq Hidayat mengungkapkan, langkah membuat Cirebon Travel Mart dilandasi perkembangan Cirebon yang semkin bertambah pesat sejak dibukanya Tol Cipali.

Peluang yang besar lainnya, kata dia, dengan akan dibukanya Bandara Kertajati atau BIJB yang ditargetkan tahun 2017 mendatang, wilayah Cirebon akan menjadi destinasi baru, terutama dari Bandung, Jakarta, dan sekitarnya serta pasar ASEAN.

“Peserta buyer Travel Mart ini akan kmai ajak untuk nonton acara caruban carnaval, untuk itu saya dan teman-teman pelaku wisata Cirebon ingin acara itu ditonton bukan hanya oleh warga Cirebonnya sendiri, tapi oleh tamu-tamu dari luar juga,” jelas Taufiq, Senin (21/3).

Namun, kata dia, Travel Mart ini masih tentatif waktu dan kondisinya. Pihaknya akan memiliki rancangan untuk menambah wisatawan yang datang ke Cirebon. Sehingga akan lebih dikenal lagi secara meluas.

“Dengan adanya tol Cipali, kunjungan wisatawan nusantara cukup terasa peningkatannya. Hampir setiap minggu kita bisa lihat Cirebon ramai apalagi kalau sedang long weekend atau hari libur lainnya,” katanya.

Taufiq berharap gagasan Cirebon Travel Mart dijadikan peluang yang baik untuk sinergitas pemerintah. Karena, sektor industri pariwisata ini bisa dijadikan andalan PAD.

Sehingga diperlukannya dukungan penuh pemerintah untuk publikasi dan promosi pariwisata.

“Walaupun fasilitasnya tidak seperti di Bali ataupun Yogya, namun masing-masing daerah punya kelebihan dan kekurangan masing-masing,” tambahnya.

Menurutnya, wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) yang memiliki perbedaan dari sisi konsep wisatanya, harus dilakukan sinergitas antar wilayah untuk menciptakan konsep wisata yang lebih menarik.

“Baik Cirebon, Kuningan, Majalengka dan Indramayu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dari sisi wisatanya, dan tidak perlu saling bersaing dan ikutan-ikutan buat fasilitas atau obyek wisata yang sama. Karena, malah akan jadi suatu kerugian untuk daerah tersebut, untuk itu perlu sinergitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, setelah adanya sinergitas antar pemda di Ciayumajakuning yang baik maka masing-masing kepala daerah mensinergiskan SKPD terkait dalam membangun pariwisata daerah.

“Misalnya, Kabupaten Cirebon memiliki kerajinan kerang sebagai andalan wisata, namun ternyata akses menuju kesana sangat memprihatinkan. Inilah yang menjadi sorotan seharusnya,” tambahnya.(ani)