Gaet Wisatawan ke Cirebon, ASPPI Bakal Gelar Table Top di Ajang Caruban Travel Mart 2016

carubanCIREBON-Pengurus Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Wilayah III Cirebon bakal menggelar acara “Table Top” pada rangkaian kegiatan Caruban Travel Mart 2016.

Acara Table Top ini akan digelar di Hotel Aston Cirebon pada 21 Mei 2016 mendatang dengan mengundang para pelaku wisata dan travel owner dari berbagai kota di Indonesia.

“Kita akan mengundang 100 buyers dan 50 sellers. Para travel owner dari berbagai kota di Indonesia akan kita undang,” kata Ketua ASPPI Wilayah III Cirebon, M. Taufiq Hidayat, Senin (15/5).

Acara Table Top ini merupakan bagian dari sesi kegiatan Caruban Travel Mart (CTM) 2016 yang digelar di Grage City Mall dari mulai 14 sampai 22 Mei 2016, dikuti oleh 16 travel agent se Ciayumajakuning.

Table Top ini sebagai ajang pertukaran informasi yang mempertemukan antar pengusaha-pengusaha travel atau pelaku industri pariwisata dari berbagai kota di Indonesia, dan membangun jaringan kerjasama pariwisata yang lebih luas. Agenda Table Top ini juga akan dirangkai dengan kunjungan ke beberapa objek wisata di Cirebon.

“Acara Table Top bertujuan untuk menggaet kerjasama dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan datang Cirebon,” kata Taufiq.

Selain travel-travel owner dari nusantara pihaknya juga bakal mengundang travel owner luar negeri seperti dari Malaysia. Menyambut beroperasinya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), ASPPI Wilayah III Cirebon tengah membidik wisatawan mancanegara (Wisman), salah satunya dari Malaysia.

“Kenapa kita buat table top pada Travel Mart dengan mengundang Malaysia. Karena kita berpikir kedepannya dengan adanya BIJB, market Malaysia yang tadinya masuk Bandung, harusnya bisa kita tangkap nanti dengan adanya BIJB,” katanya.

Jumlah kunjungan wisatawan dari Malaysia yang datang ke Bandung, menurut informasi yang ia terima dari Badan Pariwisata Jawa Barat, jumlahnya mencapai 1 juta orang pertahun. Kebanyakan wisatawan atau pelancong yang datang dari Malaysia ke Bandung itu untuk belanja fashion.

“Setidaknya kita bisa menggaet minimal 20 persennya untuk datang ke Cirebon. Kita harus siap dari sekarang, karena kita sudah pelajari market untuk Malaysia itu sendiri seperti apa. Kami punya mimpi, mudah-mudahan pemerintah mendengar, ingin punya model pasar tradisional modern di Cirebon seperti Pasar Baru-nya Bandung,” kata Taufiq. (AND)