Asppi Bertekad Jadikan Kepri Destinasi Wisata Unggulan

kepri2Batam – Turut serta mempromosikan Kepulauan Riau dan Batam khususnya, menjadi destinasi unggulan di bidang pariwisata, merupakan prioritas utama Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (Asppi) Kepri, setelah terbentuk kepengurusan yang baru periode 2016-2019 belum lama ini.

Demikian ungkap Ketua DPD Asppi Kepri, Irwandi Azwar, saat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Asppi Kepri yang mengangkat tema, “Bersatu dalam Asppi Membangun Pariwisata Kreatif, Cerdas dan Solid”, di Hotel 89 Hotel, Selasa (14/6/2016) sore.

“Dalam Rakerda pertama untuk kepengurusan yang baru ini, kami akan membahas dan menyusus program jangka pendek, menengah dan jangka panjang untuk menyukseskan program pemerintah dalam bidang kepariwisataan di Indonesia secara umum dan Kepri secara khusus untuk empat tahun ke depan,” ujar Irwan.

Menurutnya, di Kepri dan Batam secara saat ini menjadi pintu gerbang kedatangan wisatawan nomor satu di Indonesia barat. Namun, kondisinya Kepri kuat dari kedatangan wisatawan mancanegara, dan lemah dari kedatangan wisatawan domistik. “Inilah yang terjadi di sini,” ungkapnya.

Namun demikian, wisatawan mancanegara yang berkunjung terhitung Januari hingga April 2016 ini menurun sekitar empat persen jika dibandingkan Januari hingga April 2015.

Baca juga: Kepri Perlu Bangun Infrastruktur untuk Dukung Destinasi Wisata Bahari dan Budaya

“Kita menginginkan Batam menjadi pintu masuk utama para wisatawan, tapi sekarang mengalami penurunan. Di samping target segmentasi kita adalah wisatawan dari Tiongkok, ternyata wisatawan dari negara tetangga seperti Malaysia juga menurun. Hal ini yang akan kita kupas secara bersama untuk mencari solusinya,” terang Irwan.

Saat ini pemerintah mengupayakan agar wisatawan lebih banyak lagi datang ke Indonesia. “Karena itu, dalam program yang akan kita susun, akan berupaya mebantu pencapian target kedatangan wisatawan menjadi lebih banyak,” tuturnya.

Di samping itu, juga perlu memikirkan masalah lain yang harus dicarikan solusinya. Yakni, Batam, belum memiliki daya tarik untuk memikat wisatawan untuk lebih lama menetap.
“Di sinilah Asppi akan mencoba mengupayakan mendorong wisatawan lebih banyak dan bisa menetap lebih lama. Kita harus bisa memahami, dengan datang satu wisatawan saja, sangat mengunugkan untuk ekonomi mikro. Mulai datang saja membeli tiket, mengambil kamar penginapan, belanja, makan, membeli oleh-oleh, nah, berapa usaha mikro yang bisa ditumbuhkan?” papar Irwan.

Mewakili Asppi, ia sangat yakin Kepri dan Batam bisa dijadikan pintu masuk wisatawan ke Indonesia. Namun hal itu bis terwujud jika semua pelaku pariwisata bisa bekerjasama, baik pihak swasta maupun pemerintahnya.

“Saat ini kami merupakan asosiasi independen yang bergerak sendiri, tanpa ikut campur pemerintah. Namun kami berharap pemerintah juga bisa lebih pro-aktif melibatkan Asppi dalam berbagai kegiatan. Tapi ada atau tidak ada pemerintah, kami tetap akan maju. Sejauh ini memang pemerintah sudah banyak melibatkan Asppi, namun diharapkan bisa lebih maksimal lagi, demi majunya pariwisata Kepri,” tambahnya lagi.

Ia juga berharap, seluruh asosiasi atau stagholder pariwisata memikiki satu wadah atau satu atap, agar perbedaan persepsi tidak menjadi halangan dalam memajukan Kepri menjadi destinasi wisata unggulan.