Mengenal Ritual Seba Baduy

Mengenal singkat SUKU BADUY

Banyak dari kita sering mendengar tentang kata SEBA BADUY, namun sebenarnya apadan bagaimana SEBA BADUY ini banyak yang

belum mengetahuinya.

SUKU BADUY adalah Suku yang tinggal di pedalaman Desa Kanekes Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Suku BADUY terkenal suku yang masih menganut agama Sunda Wiwitan dan termasuk salah satu suku tertua yang ada di Indonesia yang masih menjaga adat dan tradisinya sejak zaman Porto Sejarah hingga zaman millenial saat ini.

Salah satu ritual yang dilakukan oleh SUKU BADUY yaitu SEBA BADUY. Ritual apakah ini, dan kapan dilaksanakannya, mari kita pahami terlebih dahulu arti kata SEBA BADUY. Kata SEBA sendiri berawal dari kata SABA yang artinya berkunjung atau mengunjungi, dimana kata SABA merupakan bahasa Sunda yang sudah lazim digunakan di masyarakat sunda pada umumnya. Kata SABA menjadi kata umum yang bisa digunakan oleh masyarakat yang berarti kunjungan atau mengunjungi. Sedangkan kata SEBA merupakan kata khusus bagi masyarakat BADUY untuk melakukan kunjungan atau silaturahmi khusus kepada pemerintah secara ramai-ramai.

Kunjungan khusus yang dilakukan 1 tahun sekali bertepatan pada bulan Kapat berdasarkan pada kalender Sunda Buhun dalam Sunda Wiwitam. Sebelum bulan kapat adalah bulan kawalu yang terdiri dari 3 bulan yaitu bulan kasa, bulan karo dan bulan katiga. Selama tiga bulan dalam bulan kawalu mereka melakukan ritual puasa kawalu, panen huma serang (ladang padi Pu’un dan dilanjutkan dengan panen huma masing-masing warga)

SEBA yang di lakukan pada bulan Kapat ini dilakukan setelah mereka selesai melakukan ritual yang lainnya seperti ritual Ngalanjakan, Kapundayan dan Ngalaksa (Hari Raya Penganut Sunda Wiwitan).

Apa maksud dari kegiatan SEBA ini?

SEBA merupakan salah satu kegiatan ritual tahunan yang dilakukan oleh SUKU BADUY dengan berkunjung kepada Bapak/Ibu Gede atau Kepala Daerah setempat (Bupati Lebak, Bupati Pandeglang, Gubernur Banten dan Bupati Serang) untuk bersilahturahmi dan juga ritual lainnya diantaranya membasuh sebagian tubuh mereka di sungai CIBANTEN dan juga melakukan ziarah ke makam Sultan Banten). Salah satu kewajiban dalam acara SEBA adalah menyampaikan pesan dan mengingatkan kepada Bapak Gede / Ibu Gede (kepala daerah) tentang apa yang mereka liat terkait tentang kondisi alam yang dititipkan dan dipelihara kepada mereka dari nenek moyangnya. Lebih tepatnya mereka memberikan UPDATE kepada pemerintah tentang perkembangan alam di sekitar yang diperlukan perhatian khusus agar alam sekitar tetap seimbang. Berapa hal yang senantiasa disampaikan adalah kondisi Gunung, Hutan, Sungai dan Kondisi Lingkungan lainnya yang mengalami ketidakseimbangan atau kerusakan yang perlu mendapat perhatian pemerintah yang memiliki kuasa atas hal tersebut. Sementara mereka hanya bisa menajga dan memelihara dengan doa.

Salah satu lokasi SEBA yang paling skaral dan tidak dapat digantikan dengan lokasi lainnya adalah di kantor gubernur lama atau gedung negara Provinsi Banten. Hal ini disebabkan di lokasi tersebut adalah dahulunya adalah Huma Serang Pu’un Cikeusik yang telah ditetapkan untuk ritual SEBA mereka..

APA BEDANYA SEBA LETIK DAN SEBA GEDE

Seperti yang sudah kita ketahui bersama artinya SEBA adalah mengunjungi, ternyata seba ada 2 perbedaan ritual antara SEBA LEUTIK dan SEBA GEDE, yang membedakan SEBA LEUTIK dan SEBA GEDE adalah jumlah orang yang mengikuti ritual tersebut. SEBA GEDE jumlah orang yang mengikuti sekitar diatas 1000 oang. Berbalik dengan SEBA LEUTIK yang jumlahnya hanya kurang dari 1000 orang. Kapan pelaksanaan masing SEBA tersebut, ternyata tidak bisa dipastikan karena tergantung dari partisipasi warga atau masyarakat suku BADUY sendiri. Yang unik dari posesi SEBA ini ternyata para wanita tidak diperkenankan untuk ikut, jadi yang hanya diijinkan ikut posesi seba hanya para pria yang sudah dewasa.

BARANG YANG DIBAWA PADA SAAT SEBA BADUY

Ternyata pada saat acara seba BADUY, para masyarakat BADUY membawa barang - barang yang diperlukan untuk upacara ritual mereka. Ada beberapa barang wajib mereka bawa diantaranya adalah LAKSA. Selain baraang bawaan wajib, pada saat SEBA Masyarakat BADUY juga membawa hasil pertanian mereka terdiri dari buah2an, pisang, kelapa aren dll yang dimana itu adalah hasil bumi pertanian mereka untuk dibagikan kepada yang membutuhkan semacam zakat pertanian mereka.

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT PROSESI SEBA

Seperti kita ketahui prosesi seba ini salah satu ritual mereka, apakah ritual ini bisa dilihat oleh masyarakat umum. Jawabannya tentu saja bisa, dan tidak ada larangan selama ceremony yang dilakukan oleh masyarakat BADUY tetap tertib dan tidak gaduh. Tapi ada ritual yang memang tidak bisa dilihat oleh khalayak umum. Ada beberapa ritual khusus dan doa2 yang tidak diperuntukan untuk khalayak ramai, hanya khusus masyarakat BADUY dan perwakilan tokoh2 adat saja yang bisa melihat dan ikut terlibat di acara tersebut.

Apa pelaksanaan prosesi SEBA yang bisa dilihat oleh masyarakat umum, yaitu prosesi saat masyarakat BADUY menghadap Bapak Gede. Prosesi ini biasanya dilakukan secara santun oleh perwakilan Pu’un yang ditugaskan adalah JARO TANGGUNGAN atau TANGKESAN. Dalam bahasa sunda puhun yang halus mereka menyampaikan pesan, amanah, harapan, dan rekomendasi terkait tentang kondisi alam-alam disekitar tanah sunda yang dititipkan oleh mereka secara batin dari leluhur mereka.

Apa saja kondisi alam yang dititipkan oleh mereka secara batin oleh leluhur mereka yaitu gunung tangkuban perahu, gunung halimun, gunung krakatau, gunung karang dan gunung pulo sari. Serta hutan yang ada di tanah sunda yang harus tetap terjaga. Kesemuanya ini disampaikan kapada bapak dan ibu gede informasi terkini apabila ada perlunya perhatian khusus.

Kenapa mereka melaporkan semua ini kepada bapak gede, ternyata masyarakat BADUY mempunyai suatu kewajiban kepada seluruh masyarakat Banten khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk menjaga alam sekitarnya guna keberlangsungan masyarakat. Mereka tidak mempunyai kepentingan pribadi, karena mereka selalu mempunyai tenaga relawan yang memang selalu membantu mengecek kondisi alam yang dititipkannya dan melaporkan secacra update perkembangannya. Oleh karena itu acara SEBA ini sangatlah penting bagi khalayak umum, juga bagi Bapak Gede dan masyarakat agar bisa mendapatkan perhatian khusus untuk bersama-sama menjaga lingkungan di sekitar kita

RENCANA PELAKSANAAN PROSESI SEBA

Pelaksanaan seba tidak dilakukan secara spontan, tapi dilakukan secara terorgnisir dengan panitia yang ditunjuk oleh para tokoh adat berdasarkan hasil keputusan bersama. Pertama panitia akan mendata peserta yang akan ikut, dan juga mendata barang-barang yang akan dibawa pada saat seba. Pelaksanaan ini dilakukan 1 minggu menjelang acara.

Seba sendiri akan dilakukan 3 hari berturut-turut. Di hari pertama masyarakat BADUY dalam akan jalan lebih awal, diperkirakan saat subuh menuju ke rangkas bitung. Disusul oleh masyarakat BADUY luar dengan menggunakan kendaraan sembari membawa barang- barang keperluan.

Seba pertama sendiri akan dilakukan di kabupaten lebak di malam hari dan akan ada ritual - ritual yang memang dilakukan masyarakat BADUY sambil berisitirahat di sana. Seba hari kedua pagi dini hari masyarakat BADUY dalam jalan menuju ke kabupaten pandeglang untuk melakukan seba kepada kepala daerah setempat di siang hari. Tidak semua masyarakat BADUY yang ikut menghadap kepada kepala daerah di pandeglang, ada sebagian dari mereka langsung menuju ke Alun-Alun Kota Serang. Setibanya di sore hari mereka akan berkumpul di alun-alun kota serang, disini mereka akan dilakukan pendataan ulang untuk melakukan persiapan acara untuk bertemu bapak Gede dalam hal ini Gubernur Banten.

Kegiatan seba sendiri akan dilakukan pada saat malam hari setelah isya dan akan dilakukan secara tertutup. Setelah selesai mereka akan beristirahat satu malam di alun-alun kota serang atau di gedung negara.

Pada saat pagi harinya sebagian masyarakat BADUY melanjutkan seba ke Bupati serang dan sebagian mereka langsung kembali pulang ke desa mereka. Serta sebagian dari mereka juga melakukan ziarah ke makam kesultanan banten

Berikut adalah 3 hari rangkaian acara SEBA BADUY yang akan dilaksanakan setiap satu tahun sekali di tempat yang sama. Setibanya di ciboleger mereka juga akan melakukan pendataan ulang siapa yang sudah tiba dan juga akan melakukan evaluasi untuk pelaksanaan SEBA BADUY berikutnya.

Dengan selesainya acara SEBA BADUY ini diharapkan kepada seluruh masyarakat BADUY ataupun masyarakat umum agar bisa lebih memperhatikan alam sekitar yang akan terus dijaga oleh masyarakat suku BADUY yang memang mempunyai kewajiban dari laluhur mereka.

Sumber dari Ki Ahmad Yani

Waketum Bidang Kebudayaan PUB

Penulis dari Stephanus

Sekretaris ASPPI DPD BANTEN

 

DEWAN PENGURUS DAERAH BANTEN

Alam Indah Blok DV No.17 Kec. Cipondoh
Kel. Poris Plawad Tangerang