Memprogram Pikirkan Bawah Sadar

Dalam keseharian sadar atau tidak pikiran bawah sadar kita diprogram orang lain atau diprogram oleh diri sendiri.

Misalnya, waktu kecil ada anak yang kalau tidak mau makan selalu ditakut-takuti sesuatu seperti "ayo makan, itu ada pak polisi". Waktu dewasa, saat melihat ada razia dan banyak petugas disitu entah kenapa adrenalinnya naik yang ditandai jantungnya berdebar-debar, agak berkeringat dll. Padahal semua kelengkapan berkendara sudah dibawa.

Atau kebiasaan kita sekarang disetiap waktu selalu membuka gadget, bahkan saat baru bangun tidur hal pertama yang dilakukan adalah membuka handphone, padahal tidak ada kepentingan yang mendesak.

Mengapa itu dapat terjadi? Beberapa hal yang membentuk program bawah sadar antara lain :

1. Efek pengulangan atau repetisi. Pengulangan menjadi salah satu cara memasang program, dalam agama kita diajarkan beribadah dan berdoa di waktu-waktu tertentu dan itu dilakukan terus menerus, sehingga terbentuk menjadi sebuah kebiasaan.

Kata-kata juga sangat kuat membentuk pola dalam diri seseorang, misalnya setiap hari mendengar kata nakal, bisa jadi akan terbentuk pola perilaku yang sama dengan kata tersebut, begitu juga sebaliknya.

2. Efek kejut yang kuat, waktu kecil banyak anak-anak yang suka dengan warna api yang menyala, namun saat ia menyentuh apa dan merasakan panas serta efeknya, otaknya langsung memprogram bahwa ini adalah bahaya kalau tidak bisa menggunakannya dengan bijak.

3. Saat emosi muncul dengan kuat. Contoh, ada orang yang tiba-tiba peduli akan kesehatan padahal sebelumnya ia acuh saja, bisa jadi ada efek emosi yang muncul disana, mungkin karena ditinggalkan orang yang dicintai disebabkan pola hidup yang tidak sehat, dirinya sendiri sakit atau efek dari "bully" an orang lain yg sangat menyakiti hati itulah yang menyebabkan ia mau berubah.

Emosi bukan hanya penderitaan, emosi bahagia juga berpengaruh dalam memprogram pikiran bawah sadar seseorang.

Jadi jika Anda ingin memprogram kesuksesan dipikiran bawah sadar bisa melakukan beberapa hal, pertama bentuk pola sukses dengan teknik repetisi, seperti bergaul dengan orang-orang yang kita anggap sukses, membaca buku kesuksesan, belajar dll.

Kedua, Anda rasakan betapa terkejutnya saat datang hal yang tidak mengenakan, ini bisa menjadi acuan pemrograman seperti, "ternyata susah itu tidak enak, saya kaget tiba-tiba teman yang biasa saja bisa sukses" dll

Ketiga, masukan emosi yang kuat, saat merasakan betapa tidak nyamannya mengalami kesulitan dalam hidup, penghinaan atau harapan kebahagiaan yang akan diperoleh saat berhasil menggapai impian, akan menguatkan pembentukan program dalam pikiran bawah sadar kita.

Terakhir, selalu komunikasikan semua itu dengan Sang Maha Pencipta, karena disitulah kunci utamanya, semua ini tak akan terjadi tanpa izin Nya...

Semoga bermanfaat

(Muklihs Abdillah)

 

DEWAN PENGURUS DAERAH DKI JAKARTA

Graha Dian Pejaten Raya/Komp.Depdikbud
Jl.Rambutan No.2 Rt.4 Pejaten Barat Kec.Pasar Minggu-Jakarta Selatan (12510)