Sektor Pariwisata NTB Mulai Terdampak Corona

No comment 233 views

Penyebaran virus Corona (Covid-19) diakui memukul telak sektor pariwisata termasuk di NTB. Pelaku industri pariwisata mulai terpengaruh dampak virus ini. Bahkan disebutkan, telah banyak menerima pembatalan pesanan paket dari tamu yang takut tertular virus berbahaya tersebut.

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) NTB, Ahmad Ziadi, menerangkan pelaku industri pariwisata di NTB saat ini mengalami kerugian yang tidak sedikit. Dicontohkannya data dari anggota ASPPI NTB, untuk periode Februari kerugian tersebut mencapai Rp5 miliar.

‘’Itu dari cancelation (pembatalan) paket yang tidak dibayar. Kita juga tidak mungkin membebankan itu ke tamu walaupun sifatnya last minute, karena itu memang terkait keselamatan mereka juga,’’ ujar Ziadi, Selasa, 3 Maret 2020.

Diterangkan Ziadi, periode Januari – Februari 2020 pariwisata NTB sebenarnya mulai mengalami peningkatan sejak dilanda gempa 2018 lalu. Khsususnya untuk wisatawan domestik dan overseas dari Malaysia.

Belakangan penyebaran Covid-19 di beberapa negara, termasuk Malaysia dan negara lainnya di kawasan Asia, peningkatan tersebut kembali mengalami hambatan. ‘’Dari kerugian Rp5 miliar itu, kalau untuk ukuran periode Februari kemarin sama seperti peningkatannya itu turun 90 persen dari keseluruhan reservasi paket,’’ ujarnya.

Selain itu, sejak Presiden Indonesia, Joko Widodo, mengumumkan adanya dua kasus positif Covid-19 di Indonesia tren pembatalan paket wisata disebut semakin meningkat. Bahkan untuk awal Maret pembatalan tersebut sudah dilakukan.

‘’Untuk Maret ini bahkan sudah ada yang batalkan, padahal Presiden baru mengumumkan (kasus positif Covid-19) dua hari lalu. Pembatalan itu untuk pesanan tanggal 6, semua gara-gara Corona,’’ ujar Ziadi. Pihaknya berharap pemerintah dapat mengambil tindakan untuk mengantisipasi hal tersebut.

Baca juga: NTB Masih Bebas dari Penyebaran Virus Corona
Diterangkan Ziadi, masalah utama pariwisata saat ini adalah rasa takut dari wisatawan sendiri untuk berpergian. Terlebih menuju negara atau daerah dengan kasus positif Covid-19.

Karena itu, selain program subsidi tiket pesawat dan pembebasan pajak yang dilakukan pemerintah saat ini, perlu ada strategi lain untuk meyakinkan wisawatan bahwa penanganan yang tepat untuk kasus Corona telah disiapkan.

‘’Kita perlu berikan keyakinan kepada masyarakat bahwa kita ini bebas dari virus itu,’’ ujar Ziadi. Satu-satunya harapan pelaku industri parwisata saat ini adalah peningkatan pasar domestik.

‘’Pasar domestik ini kita kejar karena kita anggap akan aman dari virus Corona, tapi sudah banyak juga yang cancel sejak Presiden mengumumkan (dua kasus positif) itu,’’ sambungnya.

Senada dengan itu Ketua Asita NTB, Dewantoro Umbu Joka, membenarkan saat ini telah banyak pembatalan pesanan paket wisata untuk pasar mancanegara. Hal tersebut diakui karena beberapa negara mengkhawatirkan penyebaran lebih luas dari Covid-19.

Event-event penting di luar negeri juga banyak yang cancel. Seperti Matta Fair, ITB Berlin juga. Untuk luar negeri pasar Asia dan Eropa kita saat ini memang sangat terganggu karena virus Corona ini,’’ ujar Dewantoro.

Penurunan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara itu diakui merupakan dampak dari bencana global. Mengingat banyak negara membatalkan jadwal penerbangan dan mengeluarkan travel warning untuk menghindari dampak Covid-19.

Terkait pembatalan penerbangan luar negeri sendiri disebut Dewantoro telah mencapai 50 persen. Sedangkan untuk pembatalan paket pesanan di agen perjalanan langsung belum dapat dihitung. ‘’Harapan kita memang cuma (wisatawan) domestik, karena dia pengaruhnya luar biasa juga terhadap UMKM,’’ ujarnya.

author
No Response

Leave a reply "Sektor Pariwisata NTB Mulai Terdampak Corona"