Dalam rangka menyiapkan program kerja ke depan dan meningkatkan sinergitas antar asosiasi pariwisata Jawa Barat, Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2019, Minggu (1/12/2019), di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung.

Acara yang diikuti jajaran pengurus dan anggota ASPPI DPD Jabar tersebut, dibuka oleh Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Barat Herman Muchtar. Didampingi Ketua DPD ASPPI Jawa Barat R.D. Alexandrie, dan Ketua Pelaksana Rakerda ASPPI DPD Jabar 2019 Wawan Setiawan.

Menurut Ketua DPD ASPPI Jabar R.D. Alexandrie, Rakerda ASPPI Tahun 2019 diselenggarakan untuk menyiapkan program kerja ke depan dan meningkatkan sinergitas dengan asosiasi dan organisasi pariwisata yang ada di Jawa Barat, khususnya dan Indonesia hingga mancanegara, pada umumnya.

“Kini perkembangan dan persaingan di sektor pariwisata sangat luar biasa, karena itu DPD ASPPI Jawa Barat mengajak asosiasi dan organisasi pariwisata yang ada untuk merapatkan barisan, bergandengan tangan dan membuang perbedaan untuk membuat pariwisata di Jawa Barat dan Indonesia menjadi lebih baik,” papar Alex —sapaan akrab R.D. Alexandrie.

Alex menambahkan, dalam menghadapi persaingan pariwisata di era milenial dan digital sekarang ini,  diperlukan sinergitas dan kreativitas, untuk itu Rakerda diharapkan dapat menghasilkan rancangan kerja milenial yang tangguh dan bertanggung jawab.

“Kita harus menciptakan hal-hal yang baru dan identik dengan anak muda, namun jangan salah, orang-orang tua pun bisa menciptakan hal-hal baru untuk anak-anak muda. Kemudian tantangan pasti akan selalu ada, namun hal itu diharapkan akan membuat ASPPI Jawa Barat semakin kuat, menciptakan hal-hal yang baru, dan lebih kreatif,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai target kerja ASPPI DPD Jabar, Alex mengungkapkan, pihaknya di September 2020 rencananya akan menggelar sebuah event besar yaitu West Java Travel Mart yang ke-4. “Keputusan Rakernas ASPPI di Makassar menyatakan event West Java Travel Mart 2020 sudah menjadi agenda nasional, bahkan beberapa negara Skandinavia akan ikut berpartisipasi,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pelaksana Rakerda Wawan Setiawan yang menyebutkan, Rakerda ASPPI Jabar tahun 2019 ini merupakan kewajiban rutin yang harus dilaksanakan. Selain itu juga sebagai momen persiapan pelaksanaan event dan agenda kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2020.

“Rakerda juga diharapkan bisa menghasilkan program kerja yang terbaik untuk pengembangan pariwisata Jabar khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Ke depan DPD ASPPI Jabar pun dapat bersinergi dengan asosiasi dan organisasi pariwisata lainnya, dan mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Jawa Barat,” ucap Wawan.

Sementara itu, Ketua GIPI Jabar Herman Muchtar menyampaikan, asosiasi pariwisata yang dikenal masyarakat dan pemerintah terbatas. Dari 14 asosiasi pariwisata dan 3 perguruan tinggi yang ada, yang dikenal baru PHRI dan ASITA, sedangkan asosiasi lain belum terangkat. Maka GIPI mempunyai cita-cita semua potensi asosiasi termasuk perguruan tinggi seperti STP bergabung dan bersinergi di GIPI.

“Ke depan nantinya semua pihak harus memikirkan apa tujuan kita di industri pariwisata, dan turut serta mensukseskan program pemerintah, karena beban pemerintah di sektor pariwisata sangat berat, sehingga sektor pariwisata tidak bisa dikerjakan asal-asalan,” papar Herman.

Lebih lanjut Herman menuturkan, “Seperti halnya yang digaungkan Pemerintah Jawa Barat yakni Pariwisata menjadi lokomotif ekonomi Jawa Barat, dan Jawa Barat menjadi provinsi Pariwisata, ini merupakan hal yang sangat berat. Dan hal ini perlu dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, apalagi kita adalah pelaku industri pariwisata, maka tidak bisa dilaksanakan dengan teori dan konsep saja”.

Terkait hal itu, menurut Herman, GIPI Jabar telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bandung, Perwakilan Bank Indonesia, Kadisparbud Jawa Barat, dan Kadisbudpar kota Bandung untuk bersinergi dan menciptakan kekompakan serta kebersamaan dalam memajukan sektor pariwisata.

Terakhir, Herman memberikan masukan kepada ASPPI DPD Jabar agar lebih membuka diri dalam hal manajemen organisasinya, sehingga pihak lain pun senang bermitra dan bekerja sama.

“ASPPI Jawa Barat juga boleh-boleh saja mendekatkan diri dengan generasi milenial, namun jangan dilupakan yang tua-tua karena mereka sudah banyak makan asam garam di dunia pariwisata, maka jadikan generasi tua sebagai sharing partner,” tutupnya.

+ posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Klik disini unt chat
1
Hallo.! Ada yang bisa kami bantu?
Halo ASPPI menyapa
Halo.! Selamat datang di website ASPPI
Apakah ada yang bisa kami bantu.?