Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah menggandeng asosiasi pelaku pariwisata Indonesia (ASPPI) Jawa Barat untuk meningkatkan, jumlah kunjungan wisata di Jawa Tengah khususnya di Pekalongan, Pemalang, dan Tegal.

Kabid Pemasaran Pariwisata Disporapar Jateng Setyo Irawan mengatakan, tujuan adanya Jateng on the spot yaitu ingin merangkul sebanyak mungkin pelaku pariwisata dari luar daerah berkunjung ke Jawa Tengah.

Pihaknya juga ingin adanya peningkatan signifikan wisatawan nusantara.
“Di masa pandemi virus corona atau Covid-19, jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata di Jateng menurun. Di semester 1 tahun 2020 turun 68 % dibandingkan tahun 2019,” kata Setyo kepada Tribunjateng.com, Jumat (16/10/2020).

Menurutnya, kegiatan yang digelar karena tingginya minat masyarakat berkunjung ke destinasi di masa pandemi untuk menghilangkan berbagai kejenuhan.

Walaupun, banyak destinasi wisata yang masih ditutup.
“Kami mengenalkan kembali destinasi wisata di Pantura yang telah menerapkan protokol kesehatan. Kemudian, meningkatkan jumlah kunjungan, lama tinggal, dan belanja wisatawan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.”

“Lalu, meningkatan citra destinasi sekaligus mempromosikan potensi wisata khusus di daerah prioritas provinsi (DPP) Pekalongan-Tegal,” ujarnya.

Pihaknya berharap, ASSPI dapat membantu peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

“Harapannya dengan kunjungan secara langsung ini memberikan wawasan bagi ASPPI. Sehingga, tersusun paket wisata yang menarik dengan jangkauan masyarakat lebih luas di wilayah mereka dan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tambahnya.

Sementara Sekretaris ASPPI DPC wilayah III Jawa Barat Imas Kurniawati mengatakan, ia datang ke Pekalongan dalam rangka memenuhi undangan dari Disporapar untuk mengexplore Pekalongan.

“Kami rencana tiga hari explore di Jawa Tengah, hari pertama di Pekalongan, kemudian di Pemalang, dan Tegal,” katanya.
Menurutnya untuk di Pekalongan ternyata wisatanya bagus.

“Tadi kami menyusuri hutan mangrove di saat air laut pasang, menggunakan perahu. Pemandangannya bagus sekali.”

“Rencananya, habis dari hutan mangrove akan mengunjungi ke museum batik, dan omah kreatif batik,” ujarnya.
Imas mengungkapkan banyak pengalaman dan gambaran baru untuk cara mengelola paket pariwisata di Pekalongan.

“Apabila objek wisata ini dikelola dengan baik, kedepannya akan jadi suatu daya tarik tersendiri yang sangat bagus.”

“Kami mendorong Provinsi Jateng khususnya Disporapar untuk meningkatkan wisata di Jateng. Mudah-mudahan kedepan bisa menarik pengujung ke sini,” ungkapnya.

+ posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Klik disini unt chat
1
Hallo.! Ada yang bisa kami bantu?
Halo ASPPI menyapa
Halo.! Selamat datang di website ASPPI
Apakah ada yang bisa kami bantu.?